satuswara.com/, PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan komitmennya untuk mengembangkan ekstrakurikuler catur di lingkungan sekolah. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjadikan Kalimantan Tengah sebagai daerah percontohan (pilot project) dalam pengembangan catur di dunia pendidikan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan bahwa dukungan ini sejalan dengan terpilihnya Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, sebagai Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi).
”Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita, apalagi pak gubernur dipercaya sebagai Ketua Umum PB Percasi. Oleh karena itu, kita harus bisa menjadi daerah percontohan. Jangan sampai kita tertinggal,” ujar Reza, Sabtu (18/4/2026).
Menurut Reza, pengenalan catur di sekolah tidak hanya ditujukan untuk mengejar prestasi semata. Lebih dari itu, catur dianggap memiliki nilai edukatif yang sangat baik bagi perkembangan pola pikir siswa.
”Catur mengajarkan banyak hal, mulai dari filosofi hingga kemampuan berpikir kritis dan bertindak dengan perhitungan. Anak-anak dilatih untuk berpikir sebelum bertindak, sehingga keputusan yang diambil lebih matang,” jelasnya.
Selain aspek kognitif, catur dinilai memiliki manfaat dalam meningkatkan konsentrasi, melatih kemampuan menyusun strategi, serta membangun ketahanan mental peserta didik.
Dinas Pendidikan Kalteng pun menyatakan kesiapannya untuk mengawal implementasi program ini di sekolah-sekolah agar berjalan secara berkelanjutan. Harapannya, program ini dapat memberikan manfaat luas bagi generasi muda di Kalimantan Tengah dalam mengasah daya pikir dan karakter mereka. (Red)
Editor: Usup Kurniawan






