satuswara.com/, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, memiliki visi besar untuk meningkatkan kualitas berpikir generasi muda di wilayahnya. Setelah resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) periode 2026-2030, ia berencana menjadikan catur sebagai salah satu kegiatan di lingkungan sekolah.
Agustiar menjelaskan bahwa catur bukan sekadar permainan papan, melainkan alat pendidikan yang efektif untuk menanamkan karakter positif sejak dini. Ia ingin anak-anak di Kalteng belajar untuk disiplin, melakukan analisis, dan yang terpenting, terbiasa berpikir strategis sebelum mengambil langkah atau keputusan.
“Dalam permainan catur, seseorang diajarkan untuk menganalisa situasi dan berpikir selangkah ke depan sebelum bertindak. Nilai-nilai filosofis inilah yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak agar mereka memiliki pola pikir strategis dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Agustiar.
Rencana ini pun mendapat sambutan positif. Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah kini tengah mempersiapkan teknis implementasi program tersebut. Catur diproyeksikan akan dikembangkan sebagai salah satu ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, yang diharapkan dapat menjadi wadah untuk menjaring minat dan bakat siswa.
Pihak pemerintah daerah optimistis bahwa langkah ini dapat membantu membentuk generasi muda Kalteng yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan kemampuan pemecahan masalah yang baik. (Red)
Editor: Usup Kurniawan






