satuswara.com/, PULANG PISAU – Memasuki periode tanam April–September 2026, para petani di Kabupaten Pulang Pisau menyambut musim tanam dengan penuh optimisme dan rasa syukur. Hal ini menyusul terjaminnya ketersediaan pupuk subsidi yang tersedia tepat waktu dan dalam jumlah yang mencukupi untuk mendukung produktivitas lahan mereka.
Ketua Gapoktan Sido Mukti, Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Bapak Maryoto, mengungkapkan bahwa para petani kini tidak lagi merasa khawatir terkait pasokan pupuk.
Saat ini, petani sedang memasuki fase pemupukan tahap pertama dan telah menerima pupuk sesuai dengan kebutuhan yang terdaftar dalam RDKK. Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada Pupuk Indonesia yang tetap berkomitmen menjaga pemenuhan kebutuhan petani di lapangan.

Penyerapan Tertinggi dalam Tiga Tahun Terakhir
Kelancaran distribusi ini tecermin dari data lapangan yang menunjukkan tren positif. Petugas Pupuk Indonesia Kabupaten Pulang Pisau, Muhammad Sukron Ansori Siregar, mencatat bahwa penyerapan pupuk subsidi di wilayah tersebut mencapai angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Hingga April 2026, total serapan pupuk di Kabupaten Pulang Pisau telah mencapai: 585,5 ton Urea dan 886,3 ton NPK
”Kami di lapangan memastikan pupuk selalu tersedia di gudang PPTS dan Gudang Penyangga lini III Kabupaten Pulang Pisau,” tegas Sukron. Kehadiran Gudang Lini III ini dinilai sangat efektif dalam memangkas waktu distribusi sehingga petani dapat menebus pupuk dengan lebih efisien.

Dukungan terhadap Swasembada Pangan
Pemerintah daerah melalui Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Suhaimi, turut memberikan apresiasi atas koordinasi yang baik dari pihak produsen.
Menurutnya, setelah SK Kabupaten untuk tahun 2026 diterbitkan, petani dapat langsung melakukan penebusan tanpa kendala distribusi yang biasanya sering muncul di awal tahun.
”Ini merupakan angin segar bagi seluruh petani di Pulang Pisau,” ujar Suhaimi.

Ketersediaan stok yang aman ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan teknis, melainkan bukti nyata komitmen dalam mendukung program pemerintah terkait swasembada pangan berkelanjutan. Dengan distribusi yang berjalan lancar, para petani diharapkan dapat fokus meningkatkan hasil panen demi ketahanan pangan nasional. (**)
Editor: Usup Kurniawan






