Beranda / Kalimantan Tengah / Jaga Stabilitas Harga, Bulog Kalteng Guyur 1.600 Ton Beras SPHP ke Pasaran

Jaga Stabilitas Harga, Bulog Kalteng Guyur 1.600 Ton Beras SPHP ke Pasaran

satuswara.com/, PALANGKA RAYA – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga pangan di Bumi Tambun Bungai. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.600 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah digelontorkan ke tengah masyarakat.

​Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana, menyatakan bahwa pendistribusian beras murah ini menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar.

​”Distribusi beras SPHP kepada masyarakat terbukti mampu menjaga daya beli, sehingga berdampak positif pada stabilitas harga pangan di pasaran,” ujar Erwin Budiana di Palangka Raya, Minggu (10/5/2026).

Harga Jauh di Bawah Pasar

Keunggulan utama beras SPHP terletak pada harganya yang sangat terjangkau. Berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku, beras SPHP di Kalimantan Tengah dipatok sebesar Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 untuk kemasan 5 kilogram.

​Angka tersebut terpaut cukup jauh dari harga beras medium di pasaran yang rata-rata mencapai Rp14.324 per kilogram, serta beras premium yang menyentuh angka rata-rata Rp16.899 per kilogram.

​Erwin menjelaskan, untuk memastikan jangkauan yang luas, Bulog menggandeng 234 mitra penjualan yang tersebar di seluruh Kalteng. Saluran distribusi ini mencakup toko-toko mitra di pasar tradisional, koperasi, hingga Rumah Pangan Kita (RPK).

​”Selain lewat mitra, kami juga melakukan penjualan langsung melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) atau Pasar Murah yang bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah,” tambahnya.

Target dan Kualitas Terjaga

Saat ini, stok beras SPHP yang tersedia di gudang Bulog Kalteng mencapai 285 ton. Jumlah ini bersifat dinamis karena penambahan stok terus dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan daerah. Untuk tahun 2026, Bulog Kalteng mematok target penyaluran sebesar 8.469 ton.

Baca Selengkapnya  Dorong Pemikiran Kritis, Gubernur Agustiar Sabran Ingin Catur Jadi Bagian Pembelajaran Sekolah

​Terkait kualitas, Erwin menjabarkan bahwa beras SPHP merupakan beras kualitas medium dengan standar yang ketat, yakni derajat sosoh minimal 95 persen dan kadar air maksimal 14 persen. Namun, ia mengingatkan agar para mitra rutin mengecek kualitas stok di toko masing-masing.

​”Beras yang tersimpan lama tanpa perawatan yang benar kualitasnya bisa menurun atau muncul kutu. Kami mengimbau toko mitra untuk mengecek stoknya. Jika kualitas menurun akibat penyimpanan, silakan diretur atau dikembalikan agar beras yang diterima masyarakat benar-benar terjaga standarnya,” tegas Erwin.

​Pihak Bulog sendiri memastikan secara rutin melakukan perawatan rutin di gudang pusat agar beras yang disalurkan tetap segar dan layak konsumsi sesuai standar nasional. (**)

Editor: Usup Kurniawan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *