Beranda / Pendidikan / Membangun Legislator Muda yang Kritis: SEMA UIN Palangka Raya Sukses Gelar Training Legislatif

Membangun Legislator Muda yang Kritis: SEMA UIN Palangka Raya Sukses Gelar Training Legislatif

satuswara.com/, PALANGKA RAYA — Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya menggelar kegiatan Training Legislatif Mahasiswa selama dua hari, pada 9–10 Mei 2026, bertempat di Aula DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Legislator Mahasiswa yang Kritis, Berintegritas, dan Bertanggung Jawab.”

Kegiatan tersebut menjadi wadah penguatan kapasitas mahasiswa dalam memahami dunia legislatif, kepemimpinan organisasi, advokasi kebijakan, hingga peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat.

Training legislatif ini juga menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran politik mahasiswa yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan nilai-nilai integritas.

Acara dibuka dengan penuh semangat dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari kalangan legislatif, pemerintahan, hingga organisasi kepemudaan.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut yakni Ahmad Hafiz Noorfaizin, S.H. selaku Ketua HIPMI Kota Palangka Raya, Dra. Hj. Siti Nafsiah, M.Si selaku Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, S.IP selaku Pelaksana Tugas Kepala Dinas Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah, Rahmanto Muhidin, S.HI., M.H selaku Wakil Bupati Murung Raya, serta Junaidi, S.Ag., M.AP selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam training tersebut, para narasumber memberikan wawasan mengenai pentingnya kepemimpinan yang visioner, kemampuan komunikasi politik, etika dalam organisasi, hingga tantangan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan zaman dan dinamika demokrasi modern.

Para peserta juga diajak memahami bagaimana proses legislasi berjalan serta pentingnya mahasiswa mengambil bagian dalam mengawal kebijakan publik.

Ketua Panitia Training Legislatif, Muhammad Dhany Fajar Ilahi.

Ketua panitia kegiatan, Muhammad Dhany Fajar Ilahi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I SEMA UIN Palangka Raya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda formal organisasi, tetapi merupakan ruang pembelajaran dan pembentukan karakter bagi mahasiswa agar mampu menjadi legislator muda yang berkualitas.

Baca Selengkapnya  Dari Kalteng untuk Dunia: Nur Ghina Muslimah Wakili Pemuda Indonesia di Forum OKI Konya

“Kegiatan ini bukan hanya agenda seremonial, tetapi ruang pembelajaran untuk membentuk mahasiswa yang memahami fungsi legislasi, pengawasan, advokasi, serta tanggung jawab organisasi dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial dan demokrasi bangsa. Oleh karena itu, mahasiswa harus memiliki keberanian untuk berpikir kritis sekaligus menjaga integritas dalam setiap tindakan.

“Mahasiswa adalah agen perubahan dan kontrol sosial. Karena itu, legislator mahasiswa harus memiliki sikap kritis dalam melihat persoalan rakyat, berintegritas dalam menjalankan amanah, serta bertanggung jawab terhadap setiap keputusan dan tindakan,” katanya.

Menurut Dhany, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut mahasiswa untuk tidak hanya aktif di ruang akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi di masyarakat. Mahasiswa, lanjutnya, harus mampu hadir membawa solusi dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.

“Di tengah tantangan zaman, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus hadir membawa gagasan, solusi, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Sebab sejarah membuktikan bahwa perubahan besar bangsa ini selalu melibatkan peran mahasiswa,” tambahnya.

Ia juga berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana meningkatkan kualitas diri dan memperkuat solidaritas antar mahasiswa.

“Saya berharap melalui kegiatan ini seluruh peserta dapat meningkatkan kapasitas diri, memperkuat solidaritas, dan membangun semangat perjuangan demi organisasi, kampus, dan rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Dalam penyampaiannya, Dhany turut mengutip pesan dari tokoh revolusioner Indonesia, Tan Malaka:

“Revolusi tidak bisa dijalankan oleh segelintir orang, tetapi oleh massa yang sadar akan tujuannya.”

Menurutnya, kutipan tersebut mengandung makna mendalam bahwa perubahan besar hanya dapat terwujud apabila masyarakat memiliki kesadaran kolektif, terorganisasi, dan memahami arah perjuangannya.

Baca Selengkapnya  Hardiknas 2026 di Kalteng: Merajut Pendidikan, Kelestarian Bumi, dan Kemandirian Daerah

Oleh sebab itu, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan nilai-nilai keadilan.

“Maka tugas kita sebagai mahasiswa bukan hanya belajar dan berdiskusi, tetapi juga membangun kesadaran, memperjuangkan keadilan, dan hadir di tengah masyarakat,” tutupnya.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi, tanya jawab, hingga simulasi terkait fungsi legislasi dan pengambilan keputusan organisasi.

Melalui kegiatan ini, SEMA UIN Palangka Raya berharap dapat melahirkan generasi legislator mahasiswa yang aktif, progresif, berintegritas, serta mampu menjadi representasi suara mahasiswa dan masyarakat di masa mendatang. (Red)

Editor: Usup Kurniawan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *