satuswara.com/, JAKARTA – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap merespons polemik yang melibatkan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yang belakangan menyita perhatian publik. PB HMI meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan mengedepankan rasionalitas dalam menanggapi berbagai isu yang berkembang.
Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan menekankan pentingnya bagi publik untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Organisasi kemahasiswaan ini menilai bahwa di tengah situasi politik dan sosial yang dinamis, kedewasaan berdemokrasi menjadi kunci utama dalam merespons setiap persoalan yang muncul ke permukaan.
”Kami mengajak masyarakat untuk melihat polemik ini dengan kacamata yang objektif dan rasional. Jangan sampai kita terjebak dalam perdebatan yang tidak substansial yang justru dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat,” ujar Ketum PB HMI, Bagas Kurniawan, Jumat (17/4/2026).
Bagas menyoroti bahwa sosok Jusuf Kalla adalah tokoh senior dan negarawan yang telah memberikan banyak kontribusi bagi bangsa.
Oleh karena itu, setiap perdebatan atau perbedaan pendapat terkait pernyataan atau isu yang menyangkut sosok tersebut diharapkan dapat dilakukan dengan cara-cara yang santun, intelektual, dan tetap menjunjung tinggi etika berbangsa.
Lebih lanjut, Bagas mengingatkan bahwa era digital saat ini sangat rentan dengan penyebaran narasi yang memancing polarisasi. Oleh karena itu, mahasiswa dan kaum intelektual diharapkan menjadi garda terdepan dalam meluruskan informasi dan mengajak publik agar tidak terpancing pada ujaran kebencian.
”Sebagai elemen pengawal demokrasi, HMI berkomitmen untuk menjaga stabilitas nasional. Kami berharap polemik ini tidak melebar ke arah yang kontraproduktif bagi persatuan bangsa. Mari kita kedepankan nalar kritis dan diskusi yang sehat ketimbang saling serang,” tambahnya.
Bagas mengimbau agar masyarakat tetap fokus pada isu-isu besar yang menyentuh kepentingan rakyat banyak, seraya berharap agar polemik ini dapat diselesaikan dengan cara-cara yang bermartabat sesuai dengan nilai-nilai demokrasi yang dianut oleh bangsa Indonesia. (*)
Editor : Usup Kurniawan






