Beranda / KPID Kalteng / Studi Tiru ke Pulau Dewata, KPID Kalteng Gali Strategi Wujudkan Penyiaran Sehat Menuju ‘Kalteng Berkah’

Studi Tiru ke Pulau Dewata, KPID Kalteng Gali Strategi Wujudkan Penyiaran Sehat Menuju ‘Kalteng Berkah’

satuswara.com/, DENPASAR – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Tengah terus berkomitmen meningkatkan kualitas penyiaran di wilayah Bumi Tambun Bungai. Langkah ini diwujudkan melalui kunjungan kerja strategis ke kantor KPID Provinsi Bali guna memperkuat kelembagaan dan mendorong terciptanya penyiaran yang sehat bagi masyarakat, pada Senin (25/5/2026).

​Kedatangan rombongan dari Kalimantan Tengah yang dipimpin langsung oleh Ketua KPID Kalteng, Sesa Mareki, S.T., bersama Koordinator Bidang Pengembangan Kebijakan dan Sistem Penyiaran, Akhmad Rusdiyan Noor, S.Kom., disambut hangat oleh jajaran komisioner KPID Provinsi Bali.

​Hadir menyambut rombongan secara langsung di antaranya: Endi Kusmadheni, S.E. (Wakil Ketua KPID Provinsi Bali), Ida Bagus Gde Yogi Jenana Putra, S.E. (Koordinator Bidang Pengembangan Kebijakan dan Sistem Penyiaran), ​I Gusti Agung Gede Agung Widiana Kepakisan, S.Sn., M.Ars. (Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran) dan Nyoman Adi Sukerno, S.H., M.M. (Koordinator Bidang Kelembagaan).

Menjadikan Bali Sebagai Jembatan Referensi Penyiaran

​Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPID Kalteng Sesa Mareki menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas keterbukaan serta sambutan hangat dari pihak KPID Provinsi Bali.

​Sesa menjelaskan bahwa agenda studi tiru ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman, melakukan pertukaran informasi, serta memaksimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi pokok KPID Kalteng. Target utamanya adalah melahirkan iklim penyiaran daerah yang sehat dan edukatif demi mendukung visi Kalimantan Tengah Semakin Berkah.

​”Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan memaksimalkan pelaksanaan tugas serta fungsi KPID Kalteng, khususnya dalam mewujudkan penyiaran sehat bagi masyarakat menuju Kalteng Semakin Berkah,” ujar Sesa Mareki.

​Lebih lanjut, Sesa mengungkapkan alasan mendasar di balik pemilihan Bali sebagai lokus kunjungan kerja. Pulau Dewata dinilai memiliki ekosistem dunia penyiaran yang sangat dinamis dan berkembang pesat, dengan jumlah lembaga penyiaran aktif yang sangat besar. Tercatat saat ini Bali mengelola 59 lembaga penyiaran radio dan 30 lembaga penyiaran televisi.

Baca Selengkapnya  Dari Gedung DPRD, Junaidi Ajak Generasi Muda Kalteng Jadi Solusi, Bukan Sekadar Pengamat

​Melalui melimpahnya jumlah lembaga penyiaran aktif tersebut, KPID Kalteng menilai tata kelola, pengawasan, serta regulasi yang diterapkan oleh KPID Bali dapat menjadi rujukan dan referensi yang sangat tepat untuk diadaptasikan di Kalimantan Tengah ke depan. Perangai ini diharapkan mampu memicu penguatan tata kelola media penyiaran lokal agar makin berdampak positif bagi masyarakat luas. (**)

Editor: Usup Kurniawan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *