satuswara.com/, PALANGKA RAYA – Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Tengah menjadi saksi antusiasme ratusan aktivis mahasiswa dalam kegiatan Training Legislatif Senat Mahasiswa UIN Palangka Raya, Minggu (10/5/2026).
Hadir sebagai narasumber utama, Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, membakar semangat generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam pembangunan bangsa.
Dalam sesi bertajuk “Motivasi Anak Muda dalam Menuangkan Pikiran untuk Negeri”, Junaidi menegaskan bahwa keberanian menyampaikan gagasan adalah modal utama seorang pemimpin.
Junaidi yang juga mantan aktivis dan Alumi HMI Kalteng mendorong mahasiswa untuk lebih vokal dalam menyuarakan kritik yang membangun serta inovasi segar bagi daerah.
”Anak muda adalah agen perubahan. Di era yang dinamis ini, ide kreatif dan solusi kalian adalah kunci untuk menjawab berbagai tantangan sosial yang kita hadapi,” ujar Junaidi di hadapan perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Kalimantan Tengah.

Langkah Kecil, Dampak Besar
Lebih lanjut, legislator senior ini mengingatkan bahwa kontribusi nyata tidak selalu dimulai dari langkah raksasa. Menurutnya, ada empat pilar sederhana yang bisa dilakukan mahasiswa saat ini:
- Aktif Berorganisasi: Mengasah soft skill dan kepemimpinan.
- Peka Sosial: Peduli terhadap isu-isu di lingkungan sekitar.
- Menjaga Persatuan: Menjadi perekat di tengah keberagaman.
- Literasi Digital: Memanfaatkan media sosial secara positif dan produktif.
Dialog Interaktif dan Kritis
Suasana di dalam ruang rapat paripurna tersebut mendadak hidup saat memasuki sesi diskusi. Para peserta tampak antusias melontarkan pertanyaan terkait tantangan membangun daerah di era modern. Junaidi pun mengapresiasi sikap kritis mahasiswa yang tetap menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai kebangsaan.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi pemuda Kalimantan Tengah untuk lebih percaya diri dalam berkarya. Momentum ini bukan sekadar pelatihan formal, melainkan ruang penguatan kapasitas agar generasi penerus bangsa siap membawa perubahan positif bagi masyarakat Bumi Tambun Bungai di masa depan. (**)
Editor: Usup Kurniawan






