Beranda / Palangka Raya / Kalteng Siagakan 7.000 Personel Antisipasi Karhutla 2026

Kalteng Siagakan 7.000 Personel Antisipasi Karhutla 2026

satuswara.com/, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama TNI-Polri melaksanakan apel gelar pasukan dan sarana prasarana (Sarpras) dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lapangan Mapolda Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Jumat (17/4/2026).

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan bahwa penanggulangan karhutla menjadi prioritas utama tahun ini. Terutama dengan adanya fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran di sejumlah wilayah rawan.

Dikatakannya, sebanyak 7.000 personel gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi karhutla. Kesiapan tersebut mencakup sumber daya manusia hingga dukungan sarana dan prasarana di lapangan.

“Hari ini kita melaksanakan apel untuk memastikan kesiapan personel dan sarpras. Upaya pencegahan dan pengendalian ini harus dilakukan secara bersama-sama,” ujar Kapolda.

Selain kesiapan personel, upaya pencegahan juga diperkuat melalui sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Sebagai langkah pengawasan, jajaran Forkopimda juga akan melakukan patroli udara untuk memantau titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Tengah guna mendukung deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi kebakaran.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menyampaikan bahwa wilayah Kalteng termasuk daerah dengan tingkat kerawanan karhutla yang tinggi. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus 2026.

“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu, terkoordinasi, dan berkelanjutan, dengan pencegahan sebagai prioritas utama,” tegas Gubernur.

Agustiar berharap sinergi lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat dapat menekan risiko karhutla dan menjaga lingkungan tetap aman selama musim kemarau. (*)

Baca Selengkapnya  Ratusan Anggota Koperasi di Seruyan Geruduk Pengadilan Sampit, Kawal Kasus Dugaan Penyelewengan

Editor: Usup Kurniawan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *