satuswara.com/, JAKARTA – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini dinobatkan sebagai TOP Pembina BUMD 2026 dalam ajang penghargaan bergengsi TOP BUMD Awards 2026 yang diselenggarakan di Hotel Raffles, Jakarta.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan komitmen kuat Gubernur dalam membina serta meningkatkan performa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayah Kalimantan Tengah, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah.
Keberhasilan Transformasi BUMD
Dewan juri menilai, di bawah arahan Agustiar Sabran, BUMD di Kalimantan Tengah—khususnya Bank Kalteng—telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Transformasi digital dan penguatan modal inti menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing perusahaan plat merah daerah tersebut.
Beberapa poin krusial yang menjadi dasar penilaian meliputi:
- Pertumbuhan Kinerja Keuangan: Peningkatan laba dan aset BUMD yang stabil di tengah tantangan ekonomi global.
- Inovasi Layanan: Mendorong BUMD untuk lebih adaptif terhadap teknologi guna mempermudah akses layanan bagi masyarakat.
- Kontribusi PAD: Peningkatan setoran dividen yang menjadi salah satu pilar Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan sosial.
Komitmen untuk Kesejahteraan Rakyat
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Agustiar Sabran menyatakan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan buah kerja keras seluruh jajaran manajemen BUMD dan dukungan masyarakat Kalteng.
”Penghargaan ini adalah pemacu semangat bagi kita semua untuk terus berinovasi. BUMD tidak boleh hanya sekadar eksis, tetapi harus menjadi lokomotif pembangunan ekonomi yang nyata dan manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat kecil,” tegas Agustiar.
Standar Tata Kelola yang Baik
Selain kategori Pembina, sejumlah BUMD asal Kalimantan Tengah juga berhasil menyabet penghargaan dalam kategori Top BUMD Star karena dinilai telah mengimplementasikan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Keberhasilan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi ke Kalimantan Tengah serta memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui penguatan sektor usaha milik pemerintah provinsi. (R1)






